Langsung ke konten utama

Inilah Obat Tradisional Turun Temurun Dari Nenek Moyang

INILAH OBAT TRADISIONAL TURUN TEMURUN DARI NENEK MOYANG

"..Carilah Tanaman Anting-Anting yang cukup bau tanah biar lebih Berkhasiat.."

baca juga

Pernahkah anda melihat kucing mengunyah-ngunyah atau memakan jenis tumbuhan tertentu? Tentunya kita tahu bahwa kucing yakni binatang pemakan daging/karnivora, sehingga kucing yang memakan tumbuhan tampak menyerupai suatu hal yang janggal. Tapi ternyata ada alasan dibalik sikap asing tersebut. Hanya kucing yang sedang sakitlah yang memakan tumbuhan, dan dengan instingnya mereka sanggup mengetahui jenis tumbuhan apa yang sanggup mengobati penyakit tersebut.

Salah satu tumbuhan yang sering dimakan kucing atau anjing yakni Anting-Anting (Acalypha australis L). Percaya atau tidak, dari penelusuran yang dilakukan maka diketahui bahwa tumbuhan anting-anting telah dipakai sebagai obat tradisional oleh nenek moyang kita secara turun temurun. Khasiatnya cukup beragam, sebagai Anti biotik, anti radang, peluruh kencing, menghentikan pendarahan dan gangguan pencernaan. Cara memakai tumbuhan ini sebagai obat juga cukup mudah, sebanyak 30-60 gram (atau 7 batang tumbuhan anting-anting yang cukup tua, dengan ciri batang telah mengeras dan berwarna coklat dengan tinggi 30 cm) diambil seluruh bab tumbuhan sampai ke akarnya, lalu dalam keadaan segar atau dikeringkan terlebih dahulu. Akar dan bab tumbuhan lainnya dicincang dan dibersihkan dari kotoran, dan direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih, kecilkan api sampai tinggal tersisa dua gelas air, letakkan pada gelas, tutup dan diamkan sampai dingin, air inilah yang diminum 2x sehari secara rutin sampai keluhan penyakit berangsur membaik dan sembuh.

INILAH OBAT TRADISIONAL TURUN TEMURUN DARI NENEK MOYANG

"..Awasi peliharaan anda ketika menjemur Anting-Anting biar tidak dimakan menyerupai ini.."

Ramuan sederhana ini sanggup dipakai untuk mengobati disentri, batuk, rematik, benjolan pada tubuh, mimisan, berak darah, diare, sampai muntah darah. Penyakit kulit, Eksema, atau Koreng sanggup disembuhkan dengan mencuci kulit yang sakit dengan air rebusan anting-anting. Keampuhan khasiat anting-anting bertambah tergantung tingkat ketuaannya. Seperti orang bilang ” Tua-Tua Keladi “, semakin bau tanah tumbuhan ini, semakin menjadi banyak kandungan zat aktif di dalamnya. Tanaman herbal anting-anting, atau dikenal juga dengan sebutan kucing-kucing sanggup menjadi alternatif obat yang efisien tanpa dampak samping dan terjangkau untuk semua kalangan, materi bakunya sanggup ditemukan dimana saja, di pinggir jalan, lapangan rumput, tumbuh liar di kebun atau pekarangan, dan di lahan tidur. Jika ingin membudidayakan tumbuhan ini di apotek hidup keluarga, tumbuhan ini sangat gampang dipelihara, perbanyakannya sanggup memakai bijinya yang disebar di daerah yang agak teduh namun menerima sinar matahari cukup. Kabar baiknya lagi untuk para penghobi burung, tumbuhan ini juga sanggup untuk menggurah biar burung bersuara jernih. Yuk, kita manfaatkan tumbuhan obat yang satu ini untuk hidup yang lebih sehat..!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Budidaya Flora Buah Duku Yang Benar

  Duku merupakan salah satu jenis buah-buahan yang merupakan anggota dari suku Meliaceae. Tanaman duku berasal dari Asia Tenggara sebelah barat. Buah duku hampir sama dengan buah langsat, celoring, dan lainnya dengan banyak sekali variasi. Duku merupakan tumbuhan identitas provinsi Sumatera Selatan. Pohon duku sanggup mencapai ketinggian sekitar 30 meter. Batang pohon ini biasanya beralur dengan banir pipih muncul ke permukaan tanah. Kulit kayunya berwarna kelabu dengn bintik gelap dan jingga serta mengandung getah kental. Buah duku merupakan buah buni berbentuk jorong, lingkaran atau lingkaran memanjang dengan kulit buah berukuran sekitar 6 mm. Biji berwarna hijau terbungkus salut biji berwarna putih bening dan tebal, lembap dan mempunyai rasa masam sampai manis. Cara Budidaya Duku 1. Syarat Tumbuh  Tanaman Duku Tanaman duku sanggup tumbuh dengan baik pada kawasan yang mempunyai ketinggian tidak lebih dari 650 mdpl dengan curah hujan sekitar 15 mm...

Cara Memulai Bisnis Peternakan Burung Jalak Suren

CARA MEMULAI BISNIS PETERNAKAN BURUNG JALAK SUREN Burung Jalak Suren ialah salah satu jenis burung yang sangat menyenangkan untuk dijadikan sebagai binatang peliharaan. Suara kicauan yang dihasilkan oleh burung jalak suren sangat elok dan keras, sehingga burung ini cukup digemari banyak kalangan para pecinta burung kicauan. Perawatan dari jalak suren cukup mudah, baik dalam pertolongan pakan maupun perawatan hariannya. Cara Ternak Burung Jalak Suren Berikut ini merupakan beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan bisnis ternak Jalak Suren. Yaitu : Pemilihan Indukan Jalak Suren Di dalam menentukan calon indukan Jalak Sure jantan dan betina, idealnya menentukan indukan yang sudah berumur sekitar 1-2 tahun. Karena pada usia tersebut biasanya Jalak Suren sudah siap untuk dikawinkan, pastikan juga anda untuk menentukan indukan jantan dan betina yang sudah jinak biar lebih gampang untuk dikembangbiakan. Persiapan Kandang Penangkaran Di dala...

Mengenal Manfaat Buah Gayam Serta Mitosnya

Pohon gayam Buah gayam (Inocarpus fagiferus) harus dimasak dulu kalau ingin memakannya. Berbeda dengan buah lainnya yang bisa pribadi dimakan segar begitu dipetik dari pohon, buah gayam musti dimasak dulu baik direbus, dibakar, atau diolah lainnya kalau ingin menikmatinya. Gayam merupakan tumbuhan berjulukan latin Inocarpus fagiferus yang bersinonim dengan Inocarpus fagifer dan Inocarpus edulis. Tanaman yang dikenal juga sebagai angkaeng dan bosua (Sulawesi) ini dalam bahasa Inggris disebut Otaheite chestnut, Polynesian chestnut, atau Tahiti chestnut. Pohon gayam Oleh masyarakat jawa, gayam memiliki makna filosofi ‘gayuh’ yang berarti impian dan ‘ayem’ yang memiliki arti damai, tenang, dan bahagia. Tanaman ini juga ditetapkan sebagai tumbuhan identitas kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan tumbuhan identitas kota Cirebon, Jawa Barat. Diskripsi Gayam. Tinggi pohon gayam bisa mencapai 20-an meter dengan diameter batang menccapai 65 cm. Batang pohon gayam (Ino...